Kelima anak korban penelantaran Utomo Purnomo dan
Nurindria Sari di Cibubur dikatakan sangat membutuhkan kasih sayang dari
berbagai pihak saat ini.
Setelah diamankan oleh Komisi
Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sejak Kamis (14/5) malam lalu, lima
anak korban penelantaran tersebut saat ini diketahui telah berada di
kawasan SOS Children's Village Jakarta yang terletak di kawasan Cibubur,
Jakarta Timur. (Baca: KPAI: Lihat Kekerasan pada Anak, Lapor!)
Beberapa
pihak pun diketahui telah mengunjungi kelima anak tersebut di rumah
singgah sampai Sabtu (16/5) sore ini. Ketika didatangi oleh Kepala
Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Anton Charliyan beberapa jam lalu, lima anak tersebut dikatakan sempat memaksa agar Anton tidak pulang dan
meninggalkan mereka di rumah pengamanan.
"Mereka butuh kasih
sayang. Saya mengunjungi mereka saja tadi tidak boleh pulang (oleh
kelima anak tersebut). Kondisi mereka cukup memprihatinkan," ujar Anton
di Cibubur, Sabtu (16/5) sore.
Anton mengatakan, ia dan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya
Komisaris Besar Heru Pranoto sempat bermain dan berbicara ringan dengan
kelima anak korban penelantaran orang tuanya saat berkunjung siang
tadi.
Saat menyampaikan keterangan di hadapan media massa yang
meliput selepas kunjungan, Anton pun terlihat tak kuasa membendung air
matanya. Ia mengaku bersedih atas musibah yang menimpa kelima anak
tersebut.
"Ya, sayang ya. Sangat terlihat sekali bahwa mereka
butuh kasih sayang. Hanya baru bertemu sebentar saja saya tidak boleh
pulang. Berarti mereka itu sangat kurang kasih sayang," kata Anton
sambil menahan tangisnya.
Kamis kemarin (15/5), petugas Sub
Direktorat Kejahatan dengan Kekerasan Polda Metro Jaya mengamankan lima
orang anak dari Perumahan Citra Gran Cibubur, Cluster Nusa Dua Blok E8
Nomor 37, Jakarta Timur.
Salah satu dari lima anak itu, D yang
berusia 8 tahun, betul-betul ditelantarkan orang tuanya. Ia dilarang
masuk ke rumah lebih dari sebulan hingga berkeliaran di sekitar
kompleks. (Baca: Orangtua Penelantar Anak di Cibubur Berkeras Tak Bersalah)
Saat
polisi dan KPAI mendobrak masuk rumah tersebut, ada empat anak dan
seorang perempuan di dalamnya. Perempuan itu Nurindria Sari, ibu dari
anak-anak tersebut. Saat pendobrakan dilakukan, mobil BMW dan Honda
Odyssey terparkir di depan rumah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar